a-sumber-sakinah.jpg

Assalamuallaikum Wr.Wb

Alhamdulillah.

Segala puji hanya milik Alloh Swt., Dzat yang maha menciptakan kita, tiada apapun di alam semesta ini kecuali semuanya adalah ciptaan Alloh, ada dalam kekuasaan-nya. Sholawat dan salam selalu tercurah kapada baginda Nabi muhammad saw.

Alloh Swt. Berfirman, ``Diakah yang telah menurunkan sakinah (ketenangan) kedalam hati-hati orang mukmin supaya keimanan mereka (Yang telah ada). Dan kepunyaan Allohlah tentara langit dan bumi dan adalah Alloh maha mengetahui lagi maha mengetahui lagi maha bijaksana.''
(QS. Al-fath [48]:4)

Saudaraku, tidak ada yang bisa menahan sakinah, ketenangan dihati kita kecuali hanya Alloh Swt. Tidak ada yang bisa menyirnakan galau, gelisah, cemas kecuali hanya Alloh Swt. Sakinah tidak datang dari harta kekayaan kita, sakinah tidak dari anak-anak kita, sakinah juga tidak datang dari pangkat, jabatan, dan kedudukan kita dihadapan makhluk. Sakinah tidak ada hubungannya dengan berbagi aksesoris duniawi, sehebat apapun kita membeli dunia, sungguh kita tidak akan bisa membeli ketenangan. Hanya Alloh yang maha kuasa melimpahkan ketenangan dihati kita.

Seperti rumah tangga yang sakinah, tidak bisa dibangun hanya karena suaminya kaya raya atau sang istri yang cantik jelita. Rumah tangga sakinah hanya datang ketika pasangan suami istri sama-sama mujahadah. Mendekatkan diri kepada Alloh Swt. Ketika seseorang ikhtiar dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan dirinya kepada Alloh Swt. Ketika seseorang ikhtiar dengan sungguh-sungguh untuk mendekat kepada Alloh dan Alloh ridhoi kepadanya, maka desanalah Allohakan selimuti hatinya dengan rasa tenang yang tiada siapapun bisa merenggutnya.

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berusaha memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah kepada Alloh Swt. Sehingga Alloh ridho kepada kita dan melimpahi kita dengan ketenangan, dengan hati yang tenang, niscahya kita akan lebih ringan, lebih mantap menjalani hidup ini dan lebih mudah menghadapi berbagai persoalan dalam hidup kita di dunia. Insyaa Alloh.[]

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung - Jakarta.

Editor: Aa Bahagia