a-aagym-kesempatan-memilih.jpg

Alhamdulillah.

Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dzat yang maha sempurna kekuasaannya, maha mengetahui setiap apapun yang kita pilih dan kita sikapi. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, hidup ini ada yang bisa kita pilih dan ada yang tidak bisa kita pilih. Ada takdir yang memang bukan tempatnya untuk kita pilih, misalnya setiap orang tidak bisa memilih dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan, tidak bisa memilih dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan, tidak bisa memilih dilahirkan dari orangtua yang mana, dan dilahirkan dimana. Benar-benar ini adalah pilihan Alloh dan setiap ketentuan Alloh pasti yang terbaik.

Selain sesuatu yang tidak bisa kita pilih, ada juga yang bisa kita pilih. Dan, untuk yang satu ini setiap pilihan yang kita ambil pasti ada konsekwensinya, ada balasannya. Tapi, setiap pilihan yang kita tentukan, baru bisa terjadi jika Alloh mengijinkan.

Alloh Swt. Berfirman, ``Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscahya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscahya dia akan melihat (balasan)nya pula.''

(QS. Al Zalzalah [99] : 7-8)

Seperti sholat misalnya. Kita diberi kesempatan oleh Alloh untuk memilih: mau sholat shubuh atau tidak, mau berjamaah dimesjid atau mau sendirian saja dirumah. Kalau dimesjidnya mau awal waktu atau akhir waktu, mau di shaf paling depan atau dibelakang, mau shalat sunnah dulu atau langsung duduk sesudah sholat mau dzikir dulu atau langsung pergi. Bertemu dengan kotak infak, kita punya pilihan untuk berinfak atau tidak. Begitu seterusnya.

Begitulah, Alloh Swt. Memberi kita kesempatan untuk memilih mau ta'at kepada-Nya atau tidak. Mau ikhlas atau mencari pujian makhluk. Dan, setiap pilihan kita ada balasannya disisi Alloh. Semoga kita termasuk orang-orang yang memilih keta'atan, memilih untuk mengisi waktu-waktu kita dengan beramal sholeh. Aamiin Yaa Robbal' Aalamiin.[]

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar (AaGym) beliau adalah pengasuh dipondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung - Jakarta.

Editor: Aa Bahagia