a-aagym-ilmu-cicak.jpg

Alhamdulillah.

Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang semakin hari semakin yakin kepada-nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Kita tahu hewan cicak. Jika kita tafakuri ternyata cicak ini hidupnya merayap di dingding, sementara makanannya nyamuk atau serangga lain yang bersayap dan mampu terbang kesana kemari dengan lincahnya. Sekali lagi, cicak merayap dan tidak punya sayap, tapi makanannya bersayap dan bisa terbang.

Sepintas seperti tidak adil, karena mungkin akan sangat sulit bagi cicak untuk bertahan hidup karena sulitnya mendapatkan makanan akan tetapi, karena keagungan dan kasih sayang Alloh Swt., Cicak tetap terpenuhi rezekinya, tetap dapat saja jatah makanannya, dimampukan oleh Alloh bagi cicak untuk ikhtiar dan mendapat makanannya. Masyaa Alloh.

Demikianlah Alloh Swt. Maha memberi rezeki kepada seluruh makhluknya, tiada terlewat satupun juga. Alloh Swt. Berfirman, ``Dan tidak ada satupun dibumi melainkan Alloh-lah yang memberi rezekinya, dan dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).''

(QS. Huud [11]:6)

Bahkan saat kita masih ada di dalam rahim ibu, kita sama sekali belum berpendidikan, tapi rezeki mengalir terus kepada kita sehingga kitapun tumbuh dan berkembang hingga lahir kedunia dan seperti sekarang ini. Saat kita sudah mampu berikhtiarpun, tetap jauh lebih banyak rezeki Alloh yang menghampiri kita daripada kita yang menghampiri rezeki.

Inilah hikmah manakala kita mentafakuri salah satu ciptaan Alloh yaitu cicak. Sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk meragukan rezeki Alloh Swt. Semua yang kita dapatkan setiap hari setiap waktu tanpa kita pinta terlebih dahulu, udara yang kita hirup, darah yang mengalir, paru-paru yang memompa udara, semua rezeki yang tiada ternilai. Ikhtiar kita menjemput rezeki adalah bagian dari amal sholeh kita dalam beribadah kepada Alloh. Dan, hanya Alloh yang maha kuasa mencukupi rezeki kita.

Saudaraku, semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa yakin kepada Alloh dan mensyukuri setiap karunia yang Alloh berikan kepada kita. Amin Yaa Robbal Aalamiin.[]

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar (AaGym) Beliau adalah pengasuh di pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung - Jakarta.

Editor: Aa Bahagia