~ Aku Relakan Gaji Rp. 85 Juta Demi Gaji 1 Juta Untuk Ummi Tercinta. Halaman 2: Apakah Abi Marah? ~


...Entah apa yang terjadi didapur, dengan keranguan sang ibu meinggalkan ummi syas' yang tak berhenti untuk menangis
"Siapa ya?"
"Ouh, ternyata ini yang ibu dan syas' lakukan terhadap saya?" Dengan hati yang emosi mas ary berusaha masuk ruang keluarga.
"Sabar nak, sabar!" dengan perlahan ibu menenangkan mas Ary, walaupun ia tak kunjung reda.
"Siapa ummi?" Tanya syas' dari dalam.
"Nggak ada apa-apa kok,"
Jawab ibu, dengan tak menyebutkan yang sebenarnya.
"Sebaiknya kamu pulang dulu saja, biar nak syas' tenang."
"Tapi bu, dia udah keterlaluan. Aku nggak rela bu disangka nggak bener begini,"
"Pulang dulu! pilih pulang atau ibu akan panggil sekurity?"
"Bu, saya nggak akan pulang sebelum Syas' keluar!"
"Oke kalau itu keputusan kamu. Sekurity, Sekurity," Ibu memanggil sekurity dengan melambaikan tangan.
``Ada,apa bu?''
"Bawa orang ini keluar, sekarang juga!!!"

Baca Juga:
Aku Relakan Gaji 85 Juta Demi Gaji 1 Juta Untuk Ummi Tercinta. Halaman 1: Curhat Kepada Ummi
``Siap bu!''
"Lepasin! lepasin saya!" Sekurity terus menyeret Mas Ary hingga keluar pagar Rumah.
``Ayo, ayo!''
"Ada apa, kok diluar berisik banget." Syas' keluar dengan menggenggam hadphone.
"Ada apa tadi bu?"
"Gak ada apa-apa kok nak,"
"Tapi kok berisik banget?"
"Udah ahk, ayo kita masuk!"
"Baiklah ummi,"
"Ummi, menurut ummi apa yang dicari oleh mas Ary dari pekerjaan yang tidak menguntungkannya itu?"
"Ummi yakin nak, Mas Ary melakukan ini pasti ada sebab tertentu yang dirahasiakannya."
"Apa ummi alasannya?"
"Ya mungkin nak Ary ingin membahagiakanmu,"
"Membahagiakanku gimana bu, sedangkan mas Ary saja belum bisa membahagiakan dirinya sendiri dengan gaji 85 juta itu,"
"Tentu saja dengan ikhtiar nak,"
"Udah lah ummi, aku udah pusing. Mendingan aku berangkat ke supermarket aja untuk beli makanan. Kebetulan makanan di Rumah ummi udah habiskan?"
"Boleh nak,"
Dengan suka hati, ummi syas' berangkat dengan supir pribadinya. ``Ayo pak amir!'' katanya, seranya masuk ke dalam mobil. Semuapun siap untuk berangkat ke supermarket.
"Berdo'a dulu pak amir!" Suruhnya seraya mengulurkan kedua tangannya untuk berdo'a.
``Baiklah non,''
"Bismillahi tawwakaltu Allalloh, lahawula wala quatta illabillahil aliyil `adzim, amin."
Ummi syas' memimpin do'a, dan setelah itu mobilpun mulai melaju. Selama 22 menit sudah sampai di supermarket. "Assalamuallaikum," ia mengucapkan salam sembari melangkah kedepan.
Aduh, ternyata disitu ada,,,
"Bukannya itu..."


Bersambung...