awasiat.jpg

Gara-Gara Wasiat Dari Sang Kakek - Di sebuah perkampungan, tinggalah seorang anak dan kakek. Dengan keadaan kumeul (kotor) kakek itu tetap berusaha untuk mencari uang dari berjualan arang disebuah kota yang ramai, lagi panas. Sedangkan sang anak bergembira dengan calon suaminya. Anaknya bernama Sasmita dan kakeknya bernama Kakek Yusuf Suherman serta calon suaminya bernama Arsyad.



Sang kakek keluar dengan membawa beberapa arang untuk dijual ke kota. Tetapi sayangnnya anak kakek itu tak pulang-pulang selama 2 hari kebelakang.

..............Beberapa Bulan Kemudian...............
Setelah beberapa bulan, Syasmita berencana untuk nikah dengan arsyad. Besok adalah Hari akad nikah diselenggarakan. Syasmita tak tau, dan tak mau mempedulikan kakek nya yang saat ini sedang sakit berat.


Mereka sudah resmi menjadi suami-istri, mereka sudah berencana untuk membuat toko arang yang super mewah tanpa mempedulikan seorang kakek yang sedang terbaring dan terdampar sendiri di rumah yang sederhana. Lalu syasmita bertanya, "Sayank, kita mau buat toko dimana?" "Kita akan bangun toko arang yang super mewah biar kita kaya raya Hahaha..." Jawab Arsyad.


amenulis-di-kertas.jpg

~ Menulis Wasiat ~
Sang kakek langsung menuliskan sebuah pesan yang berisi wasiat agar anaknya diberi hidayah oleh Alloh Swt. Dengan Wasiat Sebagai Berikut:

Untuk Anakku Tercinta

Assalamuallaikum Wr.Wb, Apa Kabar anakku? kenapa kamu tak mau pulang kerumah? Kakek tau bahwa ini rumah yang tak baik untukmu, dan kakek tau bahwa kakek tak bisa memberi banyak uang untuk kebutuhanmu. Mungkin disaat kamu membaca wasiat ini kakek sudah tiada lagi di dunia ini. Ingatlah anakku, harta ini tak akan kita bawa ke alam kubur, yang kita bawa hanyalah amal shalih. Ayah mau berpesan kepadamu "jangan pernah lalai dengan shalat, ngaji, dan beribadah serta mencari keridhoan Alloh Swt. Karena itulah yang akan membuatmu banyak uang anakku, tapi asal kamu ingat. Harta itu tak bisa kita bawa ke alam kubur," Semoga Alloh selalu melindungimu anakku,
Terima Kasih Anakku, Wassalamuallaikum Wr.Wb


Tak lama kemudian Sang kakek meninggal. Dan kata-kata terakhir yang diucapkan sang kakek hanyalah Lailahaillallah Muhammadur Roasululloh.
"Kringgg," Suara Telphone Rumah berbunyi.
"Hallo, dengan siapa ini?" Tanya syasmita dengan muka yang berseri.
"Ini dengan tetangganya kakek yusuf" Jawabnya dengan nada tegang.
"Ouh, ada apa ya?"
"Saya mau bicara dengan Syasmita, boleh tidak?"
"Iya, dengan saya sendiri pak."
"Syasmita, Kakek kamu meninggal tadi pagi sebelum beliau mau berangkat ke mesjid."
"Apaaaa???" Tanya Syasmita dengan nada tinggi. Serentak hati Syasmita Tergerak untuk Ke sana.
Disana banyak orang yang ikut memakamkan kakek yusuf.
"Sebelum beliau meninggal, beliau memberikan wasiat ini untukmu." Orang yang tadi telphone memberikan surat titipan dari kakek yusuf.
Syasmita menyesal dan langsung bertobat. Tanpa disadari dengan apa yang diwasiatkan bapaknya, harta, ketenangan, dan keimanannya lambat laun meningkat.

.,.,.,.,.,,.,.,.,.,Tamat.,.,.,.,.,.,.,.,.,


Pesan dari cerita tersebut:
1. Jangan pernah melalaikan kewajiban kita terhadap anak untuk mengurusi kakeknya, Dan juga sebaliknya.
2. Pandai memilih pasangan yang shalih lagi shalihah.
3. Harta bukanlah segalanya.
4. Semoga Kita bisa mengikuti jejak dan perjuangan kakek itu sampai ke syurganya Alloh Swt.
a-syurga-firdaus.jpg
Jangan Sekali-kali kita meremehkan perjuangan seseorang sekecil apapun. Karena bisa saja bagi alloh mudah menjadikan sesuatu perjuangan itu menjadi besar, tetap semangat dan dahsyat!!!
Wassalamuallaikum Wr.Wb